s3h47 | Gejala dan Penanganan Cacar Air
Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen.
Sinusitis Akut, Penyakit yang Terjadi Setelah Alami Flu Biasa
Sinusitis Akut, Penyakit yang Terjadi Setelah Alami Flu Biasa
Jerawat Vulgaris, Tak Hanya di Wajah Tapi Juga Punggung
Jerawat Vulgaris, Tak Hanya di Wajah Tapi Juga Punggung
Hampir semua orang dapat terinfeksi oleh virus ini. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat. Memang penyakit ini tergolong ringan, namun bila Anda membiarkannya begitu saja dan tidak diberi pengobatan, penyakit ini dapat semakin parah hingga seluruh tubuh Anda dipenuhi oleh cacar.
Selain itu, cacar juga bisa terbentuk di tenggorokan, mata, selaput lendir uretra, anus, dan vagina. Supaya Anda dapat meminimalisir risiko terkena penyakit ini, Anda dapat melakukan vaksin cacar air. Ini merupakan cara yang aman dan efektif untuk dapat mencegah cacar air dan mengurangi kemungkinan timbulnya komplikasi.
Vaksin cacar air hanya dianjurkan untuk anak-anak kecil, remaja yang belum pernah divaksinasi, dan orang dewasa yang belum pernah menderita cacar air namun pernah mendapatkan vaksinasi. Namun, bagi wanita hamil, orang yang memiliki kekebalan tubuh lemah, dan orang yang alergi terhadap gelatin atau neomycin antibiotik, tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi.
Beda halnya bila Anda pernah menderita cacar air, Anda tidak perlu mendapatkan vaksin cacar. Sebab, Anda akan kebal dengan sendirinya bila Anda pernah terkena penyakit ini. Namun, beberapa orang juga masih dapat mengalami penyakit lanjutan dari cacar air yang disebut dengan istilah herpes zoster. Setelah infeksi cacar air hilang, beberapa virus varicella-zoster dapat tetap berada di dalam sel-sel saraf Anda. Dalam jangka waktu tertentu, virus tersebut dapat aktif kembali dan muncul sebagai penyakit herpes zoster. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi tersendiri yang sering disebut dengan istilah postherpetic neuralgia. Anda akan merasakan rasa nyeri dalam jangka waktu yang panjang setelah lepuh menghilang dan dapat semakin parah.
Beberapa jenis komplikasi lain seperti berikut ini akan terjadi bila Anda tidak melakukan pengobatan:
Infeksi bakteri pada kulit, jaringan lunak, tulang, sendi, atau bahkan aliran darah (sepsis)
Pneumonia
Radang otak (ensefalitis)
Toxic shock syndrome
Sindrom Reye - akan dialami oleh mereka yang sering minum aspirin ketika mengalami cacar air
Komplikasi seperti yang telah disebutkan di atas lebih berisiko pada:
Bayi yang dikandung oleh wanita yang belum pernah menderita cacar air dan tidak pernah mendapatkan vaksinasi. Hal ini akan berisiko bayi lahir cacat (mengalami kelainan pada anggota tubuh) dan berat badan si bayi sangat rendah
Bayi yang dikandung oleh wanita yang mengalami cacar air seminggu sebelum kelahiran. Risiko yang akan dialami oleh bayi jauh lebih besar, yaitu bayi dapat mengalami penyakit serius dan jiwanya dapat terancam
Orang dewasa
Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang terganggu oleh obat ataupun penyakit lain, seperti kanker dan HIV
Orang yang sering mengkonsumsi obat steroid untuk menangani penyakit. Misalnya, anak-anak yang mengidap penyakit asma
Gejala
Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.
Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi dari virus yang bernama varicella-zoster. Selain itu, Anda juga dapat mengalami cacar air bila Anda terkena virus ini melalui udara ataupun jika Anda melakukan kontak langsung dengan pengidapnya. Bila orang yang mengalami cacar air bersin dan batuk di dekat Anda, virus tersebut dapat menyebar melalui udara yang Anda hirup. Selain itu, jika Anda memegang barang-barang yang sudah terkena infeksi virus ini, Anda mungkin dapat mengalami cacar air.
Pengobatan
Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan "Asiklovir" berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan "PK" sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.

